Feeds:
Posts
Comments

pengakuan

holding-handssetiap orang  membutuhkan pengakuan.

Begitu dilahirkan, seorang anak perlu diakui sebagai buah cinta dari sepasang sejoli. Dia juga perlu nama agar diakui keberadaannya di dunia. Begitu besar, dia butuh dikukuhkan sebagai manusia dengan adanya proses pembelajaran. Beranjak dewasa, kebutuhannya akan pengakuan makin berkembang. Pemikirannya makin terbuka, dan dunia bisa memakannya mentah-mentah bila tidak dibekali pembelajaran tentang kehidupan yang mendalam.

Dia lalu akan jatuh cinta. Dia perlu diakui oleh kekasihnya sebagai orang yang dipilih untuk dijatuhi cinta. Mengenalkannya sebagai kekasih, bukan teman semata. Mengajaknya ke rumah sang kekasih agar bisa menjalin kedekatan dengan anggota keluarga lain. Menggandengnya, menunjukkan sebagai yang terpilih. Dari sekedar kekasih, rasa ingin diakui menyeruak kembali. Ingin diakui sebagai pasangan sehidup semati. Sudikah  mengajak bersumpah di depan semua kehidupan dan pemilik kehidupan. Biar sah, biar diakui, biar resmi.

Dalam bekerja,  juga perlu pengakuan. Mendapatkan promosi dan kenaikan gaji jika kualitas kerjaannya jempolan. Sesuatu akan bergejolak jika pengakuan tak kunjung berada di tangan. Bisa saja  berontak, atau malah melarikan diri, mencari pengakuan, pada yang bisa melihat kalau dia berhak mendapatkannya.

Lalu roda berputar. Bayi yang beranjak besar tadi akan patuh pada yang namanya lingkaran kehidupan. Berproses pada siklus yang tak pernahberhenti. Dia akan mempunyai anak, dan ibarat warisan pengakuan mesti dipasrahkan pada bayi yang mewarisi darahnya. Begitulah  lingkaran berputar. Setiap kehidupan baru terlahir, rentetan pengakuan mesti dipasrahkan.

Saya ini manusia biasa.  Ikut terlibat dalam proses pengakuan. Bergulat, berjuang mendapatkan kata pengakuan. Saya tidak akan menyerah sampai semua pengakuan saya dapatkan.

sekedar ucap

Di sini akan hadir cerita dua bulan.

Bersanding namun juga terpisahkan.

Enjoy!